Sebagian besar website toko online gagal bukan karena produknya.
“Loh, kok bisa?”
Iyaa karena orang ngga tahu harus mulai dari mana.
Mereka masuk. Scroll sebentar. Lalu keluar.
Make sense yaa?
Bukan karena ngga tertarik loh.
Tapi karena ngga ketemu arahnya.
Dan di sinilah masalahnya.
Kategori sering dianggap hanya sebagai “rapihin produk”.
Padahal sebenarnya, kategori adalah cara Anda mengarahkan pembeli.
Kenapa Struktur Kategori Itu Lebih Penting dari yang Anda Kira
Banyak seller fokus ke hal yang terlihat.
Foto produk. Desain website. Warna brand.
Semua itu penting. Tapi bukan yang pertama dilihat pembeli.
Yang pertama dirasakan adalah:
“Gampang nggak sih cari produknya?”
Dalam studi yang dilakukan Baymard Institute (2023), sekitar 70% pengguna meninggalkan website e-commerce karena navigasi yang membingungkan.
Artinya sederhana.
Bukan produknya yang kalah.
Tapi jalannya yang ngga jelas.

3 Kesalahan yang Tanpa Sadar Dilakukan Banyak Seller
Masalah ini jarang terasa di awal. Tapi efeknya besar.
1. Meniru Struktur Marketplace Tanpa Adaptasi
Marketplace memang terlihat rapi. Jadi wajar kalau ingin meniru.
Tapi ada satu hal yang sering terlewat.
Marketplace punya jutaan produk.
Website Anda ngga.
Struktur yang terlalu besar justru membuat orang kehilangan arah.
2. Mengelompokkan Produk, Tapi Bukan Cara Orang Mencari
Ini yang paling sering terjadi.
Kategori dibuat seperti ini:
- Atasan
- Bawahan
- Outer
Kelihatannya rapi. Tapi belum tentu membantu.
Perhatikan insight dari Think with Google (2022) menunjukkan bahwa orang mencari berdasarkan kebutuhan, bukan berdasarkan istilah kategori dari brand.
Artinya, orang ngga berpikir “saya mau beli atasan”.
Mereka berpikir:
- “Saya butuh baju kerja”
- “Saya cari outfit santai”
Dan di titik ini, banyak website kehilangan pembeli tanpa sadar.
3. Terlalu Banyak Kategori di Awal
Semakin lengkap, semakin bagus. Banyak yang berpikir begitu.
Padahal ngga selalu.
Riset dari Nielsen Norman Group (2021) menunjukkan bahwa tampilan yang terlalu kompleks membuat pengguna lebih cepat meninggalkan halaman.
Semakin banyak pilihan, semakin lama orang memutuskan.
Dan semakin lama mereka berpikir, semakin besar kemungkinan mereka pergi.
Kenapa Struktur Kategori Shopee Terasa “Enak Dipakai”
Kalau diperhatikan, Shopee terasa mudah digunakan.
Bukan karena tampilannya saja.
Tapi karena strukturnya mengikuti cara orang berpikir.
Mereka ngga hanya mengelompokkan produk.
Mereka mengelompokkan berdasarkan kebiasaan pengguna.
Dalam riset UX e-commerce dari Google (2022), pengguna lebih cepat menemukan produk ketika kategori mengikuti intent pencarian.
Artinya, struktur yang baik bukan hanya rapi.
Tapi terasa “nyambung” dengan cara orang mencari.
3 Prinsip Dasar Kategori yang Benar-Benar Bekerja
Kalau diringkas, ada tiga hal yang perlu Anda pegang.
1. Harus Langsung Dipahami
Orang ngga mau berpikir terlalu lama.
Dalam beberapa detik, mereka harus tahu harus klik ke mana.
Kalau ngga, maka mereka akan keluar.
2. Gunakan Bahasa yang Digunakan Pembeli
Ini sering diremehin.
Gunakan kata yang biasa dipakai orang.
Bukan istilah internal bisnis.
3. Jangan Memberi Terlalu Banyak Pilihan
Semakin banyak pilihan, semakin berat keputusan.
Konsep ini dikenal sebagai Hick’s Law, yang sering digunakan dalam desain digital.
Makanya, kategori awal harus sederhana.

4 Struktur Kategori yang Lebih “Menjual”
Kalau Anda ingin website benar-benar bekerja, coba gunakan struktur ini.
1. Kategori Berdasarkan Produk
Ini dasar.
Contoh:
- Baju Wanita
- Skincare
- Dekorasi Rumah
2. Kategori Berdasarkan Kebutuhan
Ini yang sering membuat orang langsung klik.
Contoh:
- Untuk Kerja
- Untuk Harian
- Untuk Acara
3. Kategori Berdasarkan Masalah
Ini sangat kuat untuk SEO.
Contoh:
- Baju adem untuk cuaca panas
- Skincare untuk kulit berjerawat
4. Kategori Berdasarkan Popularitas
Ini membantu orang mengambil keputusan lebih cepat.
Contoh:
- Produk Terlaris
- Favorit Pembeli
Dampaknya ke SEO dan Penjualan
Kategori yang tepat ngga cuma membantu pembeli.
Tapi juga membantu Google memahami website Anda.
Analisis dari Ahrefs (2023) menemukan bahwa halaman kategori yang sesuai dengan cara orang mencari lebih mudah muncul di hasil pencarian.
Dan bukan hanya soal ranking.
Traffic yang datang juga lebih relevan.
Yang artinya, peluang beli lebih besar.
6 Cara Membuat Kategori yang Bisa Langsung Dipakai
Ini bagian yang bisa langsung Anda eksekusi.
1. Mulai dari Produk Anda
Tulis semua produk yang Anda miliki.
2. Kelompokkan Secara Sederhana
Gabungkan yang mirip.
Btw ngga perlu terlalu detail.
3. Gunakan Cara Pikir Pembeli
Tanyakan ke diri sendiri:
“Kalau saya jadi pembeli, saya akan mencari apa?”
4. Batasi Jumlah Kategori
Cukup 5 sampai 8 kategori utama.
5. Uji dengan Orang Lain
Minta orang lain coba.
Lihat apakah mereka langsung paham.
6. Perbaiki Secara Bertahap
Struktur kategori akan berkembang.
Dan ingat, ngga perlu sempurna di awal.
Insight yang Sering Terlewat
Banyak yang sibuk mempercantik website.
Padahal yang lebih penting adalah arah.
Laporan dari Forrester Research (2022) menunjukkan bahwa navigasi yang jelas membantu pengguna menemukan produk lebih cepat, dan ini berdampak langsung pada conversion.
Artinya, struktur kategori bukan sekadar rapi.
Ini tentang membantu orang sampai ke tujuan.
Mulai dari sini:
- Tulis semua produk Anda
- Buat 5 sampai 8 kategori utama
- Gunakan nama yang sesuai cara orang mencari
- Tambahkan kategori berdasarkan kebutuhan
- Hapus kategori yang tidak terpakai
- Uji apakah orang langsung paham
Website bukan hanya tempat jualan.
Ini adalah sistem.
Kalau sistemnya jelas, orang akan lebih mudah membeli.
Kalau tidak, mereka akan pergi sebelum sempat melihat produk Anda.
Sekarang coba lihat lagi website Anda.
Apakah kategorinya membantu orang menemukan produk, atau justru membuat mereka berhenti di tengah jalan?
Kalau Anda sedang membangun website toko online, jangan berhenti di tampilan.
Struktur yang benar akan menentukan apakah orang hanya melihat… atau benar-benar membeli.
Kalau Anda ingin:
- tahu bagaimana menyusun struktur website yang benar sejak awal
- meningkatkan traffic dari Google tanpa bergantung pada marketplace
- atau mengubah website jadi mesin penjualan
Simpan halaman ini dulu. Anda akan butuh referensi ini saat mulai merapikan website Anda.
Dan kalau Anda ingin diskusi lebih lanjut,
Anda bisa connect dengan saya di LinkedIn: linkedin.com/in/mrsliez
atau follow di Threads: @elizsthink untuk insight seputar SEO dan growth.
Bagian Ini Biasanya Ditanyakan Juga
1. Apa itu kategori website toko online?
Kategori website toko online adalah cara mengelompokkan produk agar pembeli lebih mudah menemukan apa yang mereka cari. Struktur kategori yang baik membantu navigasi dan meningkatkan peluang penjualan.
2. Berapa jumlah kategori yang ideal untuk website toko online?
Idealnya 5 sampai 8 kategori utama di awal. Terlalu banyak kategori justru membuat pengunjung bingung dan memperlambat keputusan.
3. Apa perbedaan kategori berdasarkan produk dan kebutuhan?
Kategori berdasarkan produk mengelompokkan barang secara teknis, seperti “atasan” atau “celana”.
Kategori berdasarkan kebutuhan mengikuti cara orang mencari, seperti “baju kerja” atau “baju santai”
4. Apakah kategori berpengaruh ke SEO?
Ya. Struktur kategori yang jelas membantu Google memahami isi website Anda, sehingga peluang muncul di hasil pencarian menjadi lebih besar.
5. Kenapa website toko online sering sepi meskipun produknya bagus?
Salah satu penyebab utamanya adalah navigasi yang ngga jelas. Pengunjung ngga nemu produk yang mereka cari dengan cepat, sehingga mereka keluar sebelum membeli.
6. Apakah perlu meniru kategori dari marketplace seperti Shopee?
Ngga perlu meniru secara langsung. Anda bisa mengambil inspirasi, tapi tetap harus menyesuaikan dengan jumlah produk dan cara pembeli mencari di website Anda.
Referensi
- Baymard Institute, E-commerce UX Study, 2023
- Think with Google, Consumer Behavior Insights, 2022
- Nielsen Norman Group, UX Research, 2021
- Google, eCommerce UX Study, 2022
- Ahrefs, SEO Study, 2023
- Forrester Research, UX & Conversion Report, 2022

